tarian khas india

BULAN purnama menebarkan keindahan sinarnya di atas panggung Borobudur International Festival (BIF), Zona II Candi Borobudur, semalam. Keindahan itu kian lengkap ketika Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah Provinsi Bali menggelar pertunjukan fragmen Ritus Legong. Di panggung yang bertabur sinar merah dan kuning keemasan, para penari menghentak-hentakkan tubuh dan menyuarakan ratapan-ratapan bernuansa mistis. Kali lain, salah seorang penari yang berperan sebagai kupu-kupu raksasa mengibas-ngibaskan sayap, sehingga memancing penonton memberikan tepuk tangan berulang-ulang. ”Nah, ini salah satu keistimewaan BIF. Penonton yang bisa menyaksikan tarian indah tanpa harus ke Bali,” ungkap Kepala Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jateng.

Itu hanya sebagian kecil dari atraksi yang dipertunjukkan oleh para penampil BIF yang semula diragukan keseriusannya oleh berbagai kalangan. Penampilan Garimda Contemporary Dance Company Korea juga mengesankan. Koreografer Son Kawan Jung dan Direktur Artistik Kim Bock Hee telah menjadikan pertunjukan bertajuk The Flower of Existence, The Flower of Vanity itu kaya nuansa. Pertunjukan itu hanya berdurasi 18 menit. Namun desain pencahayaan, notasi bunyi, dan atraksi geraknya mengingatkan kita kepada pengembaraan orang ke alam mimpi, ke dunia waktu yang berlapis-lapis. ”Pada hemat saya, ini pertunjukan yang bagus. Siluetnya sangat indah. Pola lantai dan notasinya sangat diperhitungkan,” ujar Windar, Ketua Dewan Kesenian Daerah Jepara.

Penampil lain yang juga mendapatkan respons antusias adalah kelompok kesenian dari India. Kedekatan emosi penonton (mungkin akibat sering nonton film India) dengan para penari menjadikan tari-tarian tradisional mereka (Invocation to Lord Buddha, Kathak, Folk Dance of Bengal, Dandya, dan Buddha Stotram) seperti pertunjukan ”milik sendiri”. Malah para penonton tak merasa kesulitan menangkap maksud koreografi Buddha Stotram yang menggambarkan perdamaian, cinta, dan persamaan karena disampaikan dalam gerak-gerak universal.

Pertunjukan lain dari Korea juga layak diperhitungkan. Dalam Vestiges-Where is My Moon, penari-penari bergerak secara rancak, meloncat, membelalak, dan mengubah panggung menjadi arena penantian terhadap pencerahan kehidupan.

Vietnam yang diwakili oleh Binh Thuan Province Cultural Group menggelar tari-tari tradisional yang bila diindonesiakan bertajuk Mendaki Candi, Mencintai Desa, Kehidupan, Kekuatan dan Kepercayaan serta Paranung. Di samping itu, mereka menyanyikan lagu tradisional berjudul ”Cham Folksong”. Respons publik relatif baik saat menyaksikan pertunjukan tersebut.

Selain itu, malam tersebut juga digelar pertunjukan dari Mentawai, Banten, dan Jakarta.

Kian Diminati

Hingga Minggu (15/6) berbagai atraksi dan stan BIF agaknya kian diminati oleh pengunjung. Berdasarkan data dari BIKK Jateng, Stan Jepara, misalnya telah meraup angka penjualan Rp 15 juta, Mitra Binaan Pertamina Rp 20 juta, Cilacap Rp 7 juta, Kudus Rp 11 juta, Deperindag Jateng Rp 6 juta, Dekranasda Jateng Rp 9,5 juta, Asmindo Magelang Rp 6 juta, Kabupaten Semarang Rp 5 juta, dan Kabupaten Semarang Rp 5 juta. ”Dari penjualan batik, sehari kami bisa meraup Rp 1 juta per hari. Lumayanlah…,” jelas penjaga stan Pekalongan.

Melihat berbagai transaksi itu, Ita Munaf, project officer Royalindo Convention International (organizer acara) menyatakan kegiatan BIF kian hari akan makin diminati.

”Memang sih target utama orang-orang ASEAN plus Jepang, Korea, dan Jepang agak terlepas. Itu terjadi akibat ada perang dan SARS. Mereka membatalkan keikutsertaan membuat stan pada menit-menit terakhir. Ini sesuatu yang tak bisa diprediksikan sebelumnya.”

Meski demikian, jelas Ita, dalam list of buyers Borobudur Travel Mart 2003, ada 60 calon buyers dari Cina, Malaysia, Hong Kong, Thailand, dan Indonesia. ”Ini kan juga bukti penyelenggaraan BIF tak sia-sia.” (Tim SM-29j)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s